MADRID – Malam yang sulit harus dilewati Real Madrid di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu Bayern Munich dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions pada Rabu (8/4/2026) dini hari WIB, Los Blancos dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini tidak hanya menyisakan rapor merah bagi lini pertahanan Madrid, tetapi juga menyulut kontroversi panas terkait insiden yang menimpa bintang mereka, Kylian Mbappe.
Blunder Lini Belakang yang Berakibat Fatal
Bermain di Santiago Bernabeu biasanya menjadi jaminan mental bagi Real Madrid. Namun, tim asuhan Vincent Kompany justru tampil lebih tenang dan klinis. Bayern membuka keunggulan pada menit ke-41 melalui aksi Luis Diaz yang memanfaatkan skema serangan balik cepat setelah Vinicius Junior kehilangan penguasaan bola.
Memasuki babak kedua, publik Madrid kembali terdiam. Baru satu menit laga berjalan, Harry Kane berhasil menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 0-2. Gol ini lagi-lagi lahir dari celah di lini belakang Madrid setelah Alvaro Carreras kalah duel perebutan bola.
Real Madrid baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74 melalui penyelesaian dingin Kylian Mbappe. Meski terus menekan di sisa waktu, ketangguhan Manuel Neuer di bawah mistar gawang Bayern yang mencatatkan 9 penyelamatan krusial, membuat skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang. Bagi Anda yang tidak ingin melewatkan momen-momen krusial seperti ini, pastikan untuk memantau update pertandingan di Jalalive, platform yang kini menjadi referensi utama bagi para pecinta bola yang menginginkan informasi skor dan ulasan pertandingan secara cepat.
Amarah Arbeloa dan Luka Robek Kylian Mbappe

Di luar skor akhir, tensi pertandingan memuncak akibat tekel keras Jonathan Tah terhadap Kylian Mbappe. Bek Bayern tersebut terlihat menginjak bagian belakang kaki Mbappe hingga menyebabkan luka robek yang cukup serius. Foto kaus kaki Mbappe yang sobek dengan luka terbuka bahkan viral di media sosial sesaat setelah laga.
Alvaro Arbeloa, pelatih Real Madrid, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit.
“Saya tidak mengerti mengapa pemain Bayern tidak diusir. Ini keputusan yang sulit dipahami bagi saya,” tegas Arbeloa usai laga.
Kekecewaan Madrid semakin lengkap karena selain kalah, mereka juga dipastikan kehilangan Aurelien Tchouameni pada leg kedua nanti akibat akumulasi kartu kuning.
Misi Mustahil di Allianz Arena?
Kekalahan 1-2 di kandang menempatkan Real Madrid dalam posisi yang sangat sulit. Mereka wajib menang dengan selisih minimal dua gol saat bertandang ke Allianz Arena pada 16 April mendatang jika ingin melaju ke semifinal.
Mampukah DNA juara Liga Champions milik Real Madrid berbicara di Jerman, ataukah Bayern Munich yang akan melenggang mulus? Menarik untuk kita tunggu bagaimana Arbeloa meramu strategi tanpa kehadiran Tchouameni di lini tengah.
Sumber: Detik Sport, CNN Indonesia, Liputan6.
